Langsung ke konten utama

JALAN KITA

 Jalan Kita

Oleh: Dindin Syahyudin (Guru & Penulis Independen)


قلت : يا رسول الله ألا تستعملني ؟ فضرب بيده على منكبي ثم قال : [ يا أبا ذر إنك ضعيف وإنها أمانة وإنها يوم القيامة خزي وندامة إلا من أخذها بحقها أدى الذي عليه فيها ] رواه مسلم

Saya berkata, “Wahai Rasulullah kenapa engkau tidak memberi jabatan kepada saya?” Beliau langsung menepukkan tangannya di atas pundakku, kemudian bersabda, “Ya Abu Dzar, sesungguhnya engkau ini lemah dan jabatan itu amanah, pada hari kiamat ia akan menjadi penghinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan hak jabatan yang menjadi kewajibannya.” (HR. Muslim)


             Hari ini bisa jadi merupakan salah satu hari yang akan terus kita kenang dalam sejarah kehidupan SMPN 4 Tarkid. Hari ini kita telah belajar untuk menentukan bentuk perjuangan dan menguatkan perspektif kta akan pelaksanaan tupoksi dan tugas tambahan hanya untuk mencari keridhoan Alloh SWT. Kita tentu merasa bangga karena hari ini kita telah diberi kesempatan untuk turut memberikan sumbangsih dalam bentuk yang kita bisa untuk kemajuan sekolah yang sangat kita cintai ini. Pertama-tama sebelum panjang lebar saya menulis artikel kali ini, izin kan saya untuk mengucapkan selamat bekerja kepada rekan-rekan yang hari ini mendapatkan ujian berupa tugas tambahan baik itu Wakasek dan atau para pembina ekstrakurikuler teriring do’a semoga Alloh SWT senantiasa memberikan pertolongan kepada rekan-rekan untuk mampu melaksanakan tugas tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab.

Sebagaimana kita sama –sama saksikan bahwa hari ini pimpinan telah menunjuk para wakilnya untuk mengarungi kehidupan selama satu tahun pelajaran ke depan. Saya pribadi melihat orang-orang yang ditunjuk oleh pimpinan (berdasarkan saran warga sekolah) memiliki kompetensi yang cukup untuk bisa membantu pimpinan melewati satu tahun kedepan. Saya memandang mereka bisa dikatakan cukup dan cakap untuk mengemban tugas tersebut. Oleh karena itu maka tidak boleh perayaan yang menunda mereka untuk segera berkerja. Mereka tidak boleh kita buai dengan ucapan selamat yang berlebihan supaya mereka tetap terjaga kewarasannya untuk segera mengambil posisi start dan berlari secepat mungkin mengejar ketertinggalan kita dari sekolah yang lain. Idealnya dan memang sudah seharusnya ketika pimpinan memutus keputusan itu yang harus muncul dibenak mereka adalah program kerja apa yang akan mereka susun untuk merealisasikan VISI dan MISI sekolah kita. Mereka bisa saling bersinergi antar sesama wakasek atau mencari penerangan ide dan gagasan dari rekan-rekan guru yang lain supaya kemudian terjaga kesinambungan dan rasa bertanggung jawab bersama atas program yang digulirkan. Di lain kesempatan bisa jadi kita buatkan forum pertemuan bagi mereka untuk ekspose program kerja masing-masing sehingga seluruh warga sekolah mengetahui akan dibawa kemana sekolah ini dan turut berperan untuk menyukseskannya.

Baraya, dalam rapat tadi pagi saya kutip sebuah hadits yang mengatakan bahwa jabatan itu bisa menjadi jalan kehinaan dan penyesalan yang mendalam. Saya tentu tidak sedang menakut-nakuti para pejabat terpilih, saya ucapkan itu dalam konteks bahwa diperlukan sikap yang amanah selama mereka mengemban amanah tersebut. Jabatan itu tidak boleh kita pandang secara berlebihan lalu berusaha sekuat tenaga memperebutkannya. Jabatan itu akan berubah menjadi kemuliaan jika didapat dengan cara yang haq dan menunaikannya dengan cara yang hak pula. Jabatan itu adalah salah satu perhiasan dunia, dan kita sama-sama tahu bahwa dunia mudah sekali menipu manusia. Tidak ada yang istimewa dari mempunyai jabatan sebagaimana pula tidak hina jika kita tidak memilikinya. Oleh karena itu kita akan dengan ikhlas tanpa beban jika sewaktu-waktu jabatan itu kemudian pergi meninggalkan kita. Jabatan itu pada hakekatnya adalah berasal dari Alloh, Dia bisa memberi jabatan kapan saja kepada yang dikehendaki-Nya dan  Dia bisa pula mengambilnya kapan saja dari yang dikehendaki-Nya.  

Kita tentu sama-sama sadar jika rapat tadi pagi belum bisa mengakomodir kepentingan dan membahagiakan banyak pihak, saya masih menerima japri dan telepon terkait rapat tadi pagi. Saya katakan dalam rapat semua bisa diungkap dan diperdebatkan, tetapi ketika pimpinan telah memutuskan berdasarkan kemufakatan bersama maka kewajiban kita adalah mengawal dan mendukung terlaksananya keputusan rapat untuk menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk warga SMPN 4 Tarkid. Ketidakpuasaan terhadap hasil rapat adalah hal yang wajar tetapi menjalankan hasil mufakat adalah kewajiban kita sebagai peserta rapat, saya katakan kita tidak boleh berkhianat terhadap apa-apa yang telah  kita putuskan bersama itu. Bagi saya, apa-apa yang tekah kita putuskan hari akan menjadi jalan bagi kita untuk bisa bekerja lebih Keras, lebih Cerdas dan Lebih Ikhlas sehingga VISI SMPN 4 Tarkid yang RIKAT akan segera dalam waktu yang tidak lama lagi. Kita tentu berharap kolaborasi para Wakasek baik itu kesiswaan, Kurikulum, Humas dan Sarana akan sesegera mungkin membumikan konsep RIKAT dalam tata kelola sekolah kita, kita tentu rindu suasana sekolah yang Religius, Inovatif, Kompetitif, Asri dan Terampil. Saya juga mencoba konsisten untuk menyakinkan pimpinan bahwa kita tidak kekurangan stok guru muda yang jauh lebih bertenaga, open minded dan adaptif dengan kemajuan zaman. Kita sering berkata bahawa yang senior punya banyak pengalaman masa lalu, tetapi jangan lupa bahwa yang muda menawarkan masa depan maka kolaborasi senior dan yunior mutlak diperlukan dalam pengelolaan program sekolah.

Terakhir, karena penyusunan pejabat sekolah kali ini melibatkan semua warga sekolah maka tentu saja merupakan satu kewajiban bagi kita untuk senantiasa memberikan bantuan meski kita berada dibarisan struktural pejabat sekolah. Pengawasan juga menjadi penting supaya kita bisa saling mengingatkan jika terjadi kemandegan apalagi penyelewengan program kerja. Pada satu kesempatan Umar berkhutbah di hadapan rakyatnya, “Wahai manusia, siapa yang melihat kebengkokan pada diriku, hendaklah ia meluruskannya!” Seorang lelaki kemudian berkata, “Demi Allah, seandianya kami melihat kebengkokan pada dirimu, kami akan meluruskannya dengan pedang.” Mendengar jawaban itu, ‘Umar berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan pada umat ini orang yang mau meluruskan kebengkokan ‘Umar dengan pedangnya.” ‘Umar pernah berkata, “Orang yang paling kucintai adalah dia yang mau menunjukkan kesalahan-kesalahanku.” Dalam kesempatan lain, ‘Umar juga pernah mengatakan, “Aku khawatir jika aku melakukan suatu kesalahan, lantas tidak ada seorang pun dari kalian yang mengingatkanku, disebabkan rasa segannya padaku(1)Sebagaimana para sahabat zaman Nabi dan Khulafaur Rosyidin maka saya akan mengatakan sikap yang sama, artinya jika saya dan rekan-rekan melihat kebengkokan dalam pengelolaan amanah yang telah diberikan maka kami akan meluruskannya dengan Pena dan pikiran kami karena ini akan menjadi jalan kita bersama. Cag!!!

Daftar Pustaka:

https://www.islampos.com/umar-orang-yang-paling-kucintai-adalah-dia-yang-menunjukkan-kesalahanku-169017/

Komentar