MERAWAT KITA
Oleh: Dindin Syahyudin (Guru & Penulis Independen)
Hari
ini saya berbangga hati melihat dua kegiatan perawatan dan pembangunan di
sekolah kita tercinta. Satu tim saya lihat sedang memperbaiki kerusakan sarana
prasarana kelas yang memang rentan rusak karena kurangnya pemahaman (terutama)
anak untuk merawat sarana yang ada dan tim yang lain fokus pada tahapan awal
pembangunan Masjid impian kita bersama. Semua pasti atas izin Alloh, meski
demikian kita tentu sama sama yakin jika ini juga merupakan berkah dari niat
dan tekad kita untuk bersama-sama membangun sekolah kita menjadi lebih baik.
Ahli hikmah berkata jika Alloh tidak akan merubah nasib satu kaum kecuali kaum
tersebut yang berusaha merubah nasibnya. Kita juga percaya jika ketersediaan
sarana prasarana yang baik akan menghasilkan situasi yang lebih kondusif untuk
pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar yang berkuallitas. Kita juga sadar jika
ini barulah satu langkah kecil menuju profil sekolah yang sedang kita upayakan,
tetapi dari satu langkah kecil itulah kita akan mencoba untuk mencapai garis
takdir yang dipersiapkan Alloh untuk kita. Kita semua tentu wajib memberikan
penghargaan yang tinggi kepada para pihak (terutama pimpinan sekolah dan
jajarannya) yang telah berkomitmen untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas
dan kompetitif. FYI, Dua sekolah yang lebih muda dan lebih kecil dari
kita (tidak bermaksud membanding-bandingkan) malah mulai jor joran berbenah
diri. Yang satu ngageulisan sakola dengan rehab ringan kelas dan
pengecatan ulang lapang dua kali bahkan. Satu sekolah yang lain berdiskusi
ingin turut serta dalam program Sekolah Adiwiyata atau Sekolah Berbudaya
Lingkungan. Saya tanyakan Naha Pak Kepala meni sagala diketrukkeun kanggo
ngeulisan sakola? Jawabnya Upami teu kitu atuh kakantun Mr sakola ieu ku
sakola tatanggi sareng supados guru/siswa betah tuma’ninah salami disakola.
Tidak ada jaminan memang, tetapi melayani peserta didik yang ada saat ini
adalah kewajiban paling mendasar untuk kita tunaikan baru kemudian setelah itu kita arahkan gaungnya untuk mencari peruntungan
mendatangkan siswa baru.
Kita
semua tentu geregetan untuk sesegera mungkin melihat wujud sekolah yang kita
dambakan. Kita tentu ingin ucapan beberapa siswa sekolah lain (yang numpang
lewat sekolah kita) beberapa waktu lalu yang menyebut sekolah kita kucel akan
kita rubah menjadi decak kagum dan mengakui bahwa sekolah kita meskipun
lokasinya nyempod di jero tidak kalah pamor dari sekolah-sekolah yang
sudah lebih dulu eksis. Apalagi Insya Alloh kedepan akan ada Bangunan masjid
yang megah diarea depan sekolah kita yang mudah-mudahan menjadi magnet rezeki
bagi kita semua. Kita tidak bisa menutup mata jika packaging yang bagus
dan bentuk sekolah yang eye catching adalah keniscayaan saat ini.
sekolah yang tidak mampu merawat diri akan mulai ditinggalkan dan ditanggalkan
dari memori kolektif masyarakat. Akan ada masa jika kita benar-benar tidak
berbenah maka barudak calon siswa anu imah na nampeu hareupeun sakola oge
leuwih milih sakola lain tibatan sakola urang, dan itu fakta pahit yang
harus kita terima saat ini. satu hari saya pernah melihat 3 orang anak (tingkat
SMP/Mts) keluar dari gang depan kuburan berangkat sekolah, saya lalu berpikir
kenapa mereka tidak melanjutkan sekolah disekolah kita?? Saya masih terus bertanya-tanya
tentang hal itu, mungkin nanti PKS Humas harus ditugaskan untuk melakukan
pendekatan kepada masyarakat sekitar sekolah untuk percaya 100% bahwa sekolah
kita adalah tempat yang tepat untuk menitipkan buah hatinya.
Alhamdulillah
sudah beberapa hari Ini kita melihat bahwa kita mulai berbenah. Pintu-pintu
mulai kita perbaiki, para tukang bangunan pun dengan semangat menyebutkan
beberapa bagian dari sudut sekolah yang harus segera disentuh. Saya katakan
sabar kang, kita harus melangkah dengan perhitungan yang matang apalagi dana
yang kita gunakan adalah dana yang harus jelas pertanggungjawabannya bukan dana
pamasihan ti aki nini. Saya yakin pimpinan sekolah sudah membuat roadmap
pembangunan dan perawatan sekolah, oleh karena itu mari kita sama-sama dukung
dan bantu agar lebih ringan beban beliau dalam mengelola sekolah ini. saya
punya dua kakak yang menjadi kepala sekolah di MtsN dan SMAN di wilayah
Majalengka, saat saya tanya apa prioritas utama mereka saat ditempatkan ke
sekolah masing-masing jawabannya adalah konsolidasi internal dan revitalisasi
aset sekolah. Konsolidasi diperlukan untuk mengikat kekompakkan dalam
mengerjakan visi dan misi sekolah sedangkan revitalisasi aset adalah tujuan
komersil dan komunikatif untuk meningkatkan ketertarikan dan kepercayaan masyarakat
melalui pelayanan yang prima. Dan hari
ini kita sudah memulai kembali langkah-langkah strategis itu, mudah-mudahan
niat kita kuat untuk terus berbenah diri. Jika sekolah kita terawat maka
keberkahannya akan kembali kepada kita selaku warga yang saat ini menempatinya.
Jika sekolah terawat maka saya yakin kita semua akan hidup sehat didalamnya.
Wallohu’alam.
Cag!!
Komentar
Posting Komentar