JAS LURAH
Oleh : Dindin Syahyudin (Guru & Penulis Independen)
Munajat Kami hari
ini dihiasi oleh pengharapan yang tinggi bagi dua rekan guru bahasa Inggris
yang juga aktifis MGMP Bahasa Inggris Kab. Garut yang sedang berada pada
tahapan seleksi alih fungsi/perpindahan dari JF Guru menjadi JF Pengawas Sekolah agar
mendapat hasil yang memuaskan. Keberhasilan mereka kelak tentu saja tidak hanya
akan menjadi kebahagian dan kebanggaan pribadi mereka sendiri tetapi juga akan
menjadi hal yang membanggakan bagi kita semua sebagai rekan seperjuangannya. Menjadi pengawas tentu menjadi satu capaian
karier bagi kita sebagai seorang guru. Posisinya strategis karena akan menjadi
bagian dari gerakan perubahan dan perbaikan kualitas pendidikan khususnya di
negara Garut yang sama sama kita cintai. Marwah dan ghiroh perjuangan pun harus
lebih ditingkatkan karena menjadi pengawas dituntut untuk bermain dilingkup
yang lebih kompleks, bukan hanya berkutat dibidang administrasi pembelajaran
pada lingkup siswa melainkan akan terbang ke dimensi yang bisa jadi kental
dengan nuansa politik yang bisa jadi tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kemapanan
mental dan integrity readiness akan menjadi modal dasar bagi mereka
berdua yang akan hijrah menjadi pengawas.
Beberapa dekade
ini marwah pengawas mengalami degradasi yang cukup memprihatinkan. Saya sangat prihatin dengan adanya tuduhan bahwa
banyak pengawas yang nir prestasi mencuat dikalangan guru sampai kepada
turunnya tingkat penghargaan kepada mereka saat mereka berkunjung
kesekolah-sekolah adalah cerita yang harus segera kita koreksi. Banyak guru yang karena minim informasi bertanya-tanya naon sih guna na pengawas teh atau suara-suara sumbang
tentang pengawas adalah kasak kusuk yang akan menjadi le déluge (dalam
bahasa prancis berarti banjir atau beban) ujian dan tuduhan integritas yang harus dikendalikan
atau bahkan dihentikan oleh panen karya anda sebagai seorang pengawas. Sejarah mencatat
jika dulu (saat ini pun masih banyak Pengawas berintegritas tinggi) pengawas itu pernah menempati posisi yang
sangat dihormati, di segani bahkan sampai pada tahap ditakuti oleh guru, itu
semua muncul karena wibawa yang kuat dari seorang pengawas disertai oleh
kecukupan akal intelektual yang bisa ditularkan kepada guru (apalagi dulu
pengawas stright langsung ke guru). Saya termasuk guru yang sering
dikunjungi dan diberi banyak informasi oleh pengawas ketika masih bertugas di
Kota Sukabumi (kurun waktu 2005-2010). Saya duduk bersebelahan dengan pengawas
membicarakan bagaimana proses pembelajaran harus dijalankan lalu kemudian
perangkat mengajar saya dikaji oleh pengawas untuk disempurnakan menurut
kebijakan terbaru saat itu. Sampai pada tahap ekstrim pengawas memenuhi
permintaan guru untuk mau menampilkan proses pembelajaran dikelas untuk kita
kaji bersama setelahnya (satu hal yang pernah saya alami ketika launching
KBK 2004, saat itu Drs. H. Edi Rosadi, Allohu Yarham mengajar 2 JP penuh
disekolah tempat saya ngahonor dulu) Romantisme itu yang tidak kita dapati hari ini, semenjak
tahun 2010 ketika saya balik kandang ke Garut para pengawas lebih intens
berkomunikasi dengan kepala sekolah. Kita tidak bisa menyalahkan da nami oge
Pengawas Sekolah so pasti kepentingan nya pun akan lebih diatas sekedar
membahas perangkat ajar kita sebagai guru mata pelajaran.
Ya sejarah adalah
masa lalu, hari ini kami para guru wa bil khusus mata pelajaran Bahasa
Inggris menuntut akang sareng eceu yang akan menjadi pengawas untuk
menulis ulang sejarah demi masa depan supaya pengawas juga akrab dan bersahabat
dengan guru. Lindungi dan ayomi guru agar terjaga hak-hak profesionalitas dan intelektualitasnya. akang sareng eceu dituntut pula untuk menegakkan
marwah MGMP sebagai wadah yang telah membesarkan akang sareng eceu supaya lebih dihormati oleh pemegang kebijakan pendidikan dengan dilibatkan
secara aktif dalam berbagai hal yang berkenaan dengan hajat hidup guru dan
pendidikan. Bukan tidak mungkin kedepan untuk menjadi seorang guru berprestasi,
kepala sekolah atau pengawas diperlukan penilaian dari ketua MGMP yang
menaunginya dan MGMP diberi porsi yang lebih besar untuk melaksakan tugas-tugasnya sebagai seorang pendidik sesuai dengan apa yang diembakan oleh UU Guru & Dosen kepada kita. Kita dulu
pernah punya Pengawas-Pengawas militan dan perhatian kepada guru, maka akang
sareng eceu pun harus mampu mengikuti jejak yang mereka tinggalkan untuk
menuntun guru menuju kejayaannya. Semoga akang sareng eceu sukses
setelah itu saya titip kepada akang sareng eceu JAS LURAH …. JANGAN
SEKALI SEKALI LUPA SEJARAH, banyak hal dimasa lalu yang kita bahas melalui Grup WA MGMP untuk dibawa sebagai catatan-catatan penting dalam menyusun langkah pembinaan dan pengawasan terhadap guru. Terakhir saya mohon maaf jika banyak kata-kata yang salah atau tidak berkenan, semoga tidak menjadi delik dan delek terhadap saya. Wallohu”alam. Cag.

Komentar
Posting Komentar